Di warnet ngapain aja

Sesuatu yang terselubung kah ?

Internet sudah menjadi kebutuhan sekarang. Apalagi bagi mereka yang mencari rejeki di dunia maya. Hampir semua kalangan sudah bisa membuka internet, mulai dari kalangan sekolahan SD, SMP, sampai para ibu rumah pun tangga tau. Banyak yang bisa di dapat melalui internet. Cari informasi, membaca berita, cari tugas, cari gambar, cari lirik lagu, cari duit juga bisa. Maka, banyak orang sekarang yang sangat mengelu-elukan si internet ini.

Namun apakah dengan adanya internet selalu mendatangkan dampak positif ? Kita tengok warnet yang bertebaran di seluruh kota Jogja kini. Palingan dulu kalau mau ke warnet yang bagus, maksudnya cepat aksesnya harus ke bayonet (iklan dikit) misalnya. Tentu sekarang berbeda, semua warnet berlomba-lomba memperbaiki layanannya. Fasilitas lengkap, kecepatan akses, maupun kenyamanan menjadi ujung tombak yang harus diperhatikan bagi kepuasan konsumen. Hal itu di mengingat banyak juga area hostspot yang sekarang beretebaran dangan berbagai fasilitas dan layanan.

” Kalau mau ke warnet paling pas sedang ada tugas kuliah aja. ” Kata seorang mahasiswa ra lulus2 yang berhasil diwawancarai. Namun apakah pikiran semua orang sama. Menurut pengamatan saya, sekarang fungsi warnet sudah dipindah fungsikan walaupun hanya oleh kalangan tertentu saja.

Misalnya, sebagai contoh :

1. Cowok pergi ke warnet malam hari.

Lihat kalau pas malam hari, mulai jam 21.00 cek saja, kalau yang datang cowok ke warnet, bisa dilihat yang dibuka apa ? Pasti 75 % membuka situs porno. Kalau bagi yang sudah menikah sih nggak apa2, kalau belum ? Terus apa yang terjadi ? kalau yang mengakses pelajar, mahasiswa, bahkan kalau anak di bawah umur ?

Walaupun sudah ada UU ITE namun banyak warnet yang masih mengesampingkan hal tersebut, karena belum ada tindakan serius mengenai hal itu. Terlebih lagi warnet yang memang menyediakan link-link bookmark untuk mengaksesnya. Bahkan ada yang sampai menyediakan folder khusus film-film porno segala. Mungkin pendapatan mereka memang diambil dari itu.

2. Dua orang lain jenis ke warnet.

Seorang mahasiswa dan mahsiswi sedang mendapat tugas dari kampus, akhrinya mereka berdua pergi ke warnet. Mula-mula mereka memang membuka situs pancarian si paman google. Lama ngetik, ngedit, tapi kok diem aja gak ada suara ketikan keyboard, ataupun klik si tikus kecil mouse imut.

Setelah menanyai operatornya (setelah ngobrol lama) : ternyata mereka berdua sepasang kekasih. Yang cewek cuantik, yang cowok sedeng saja.  Setelah di remote (hanya fasilitas operator) ternyata mereka membuka cerita-cerita seks. Lama banget gak ganti-ganti, mungkin hampir 20 menitan, itu pun yang dibuka hanya satu layar itu. Bahkan pernah ada yang sampai screen savernya aktif. Ngapain mereka ya ? Menurut operator tersebut, ternyata terjadi adegan yang nggak layak dilakukan di tempat umum, seperti ciuman bahkan sampai suaranya kedengeran dari meja operator dan sesuatu yang lain yang tentu nggak layak dilakukan oleh mereka yang bukan muhrim. Bahkan menurut operator tersebut ada yang sampai melakukan hubungan layaknya suami istri di bilik warnet tersebut yang memang ada pintunya (walau masih kelihatan bagaian kakinya). Apakah pantas ?

Terus seharusnya bagaimana tindakan baik bagi operator maupun pengelola warnet jika ada hal yang sampai seperti itu. Apakah dibiarkan karena mereka juga menyewa perjamnya, atau melakukan tindakan lain ?

Dari dua contoh di atas dapat dilihat bahwa, kemajuan teknologi informasi bukan hanya membawa dampak positif  saja, namun banyak juga dampak negatifnya. Lantas siapa yang harus bertangung jawab, orangtua, guru, penyedia layanan warnet, operator warnet, ataukah pemerintah sendiri harus turun tangan. Dimana sebagain moral anak bangsa dirusak melalui internet, melalui situs-situs yang berbau porno yang masih marak merebak di ranah internet yang notabene mudah diakses, dibandingkan mencari kepingan VCD.

NB : biasanya terjadi diwarnet yang tidak ada fasilitas kemanannya seperti CCTV atau yang lain.

Advertisements

About this entry