Satu malam berjuta makna

Malam ini malam itu dan malam lainnya

( 16/08/08 ) Malam minggu-an tentu banyak dimanfaatkan muda-mudi yang sedang dimabuk cinta untuk melepas kangen dan mesra mereka. Jalan-jalan sepi, entah mereka ke mana. Di kamar kos, di pantai, di cafe, di rumah makan, di mall, di kaliurang, di mana mereka entah tak tahu. Sejenak mereka terlena dalam satu waktu yang singkat, ada yang sedang merangkai kata, ada yang sedang bercengkrama mesra, ada yang sedang berjauhan, ada yang sedang menangis. Lengkaplah sudah.

Malam 17-an, biasanya diisi dengan kegiatan pengajian, tasyakuran, tirakatan, atau kegitan yang lain menurut adat kampung sendiri-sendiri. Jalan-jalan masih sepi. Mereka berkumpul di aula kelurahan, di masjid, di lapangan. Serempak, serentak untuk memanjatkan do’a untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gagah berani membela kemerdekaan bangsa Indonesia, dengan rela mengorbankan jiwa dan raga mereka untuk bumi pertiwi ini. Hanya isak dan lantunan do’a  yang keluar dari mulut mereka untuk para pendahulu mereka, yang telah merintis kemerdekaan.

Malam Nishfu Sya’ban, merupakan salah satu malam yang berbeda, malam yang mulia. Banyak orang yang memanfaatkan malam ini untuk berdzikir dan meminta ampunan kepada-Nya. Semoga dosa-dosa kita mendapatkan ampunan-Nya. Amin. Masalah tuntunan amalan pada malam nishfu sya’ban ini tak perlu diperbincangkan panjang lebar. Karena semua ibadah kalau dilakukan dengan ikhlas, maka akan berbuah manis. Jangan berharap pahala atau yang lain, ikhlas adalah rela dan menerima, hanya Allah saja yang tau ganjaran apa yang akan kita terima.

Malam Gerhana Bulan, bertepatan pula dengan malam bulan purnama pada malam ini. Menurut sumber yang saya baca di detik.com, gerhana bulan terjadi pukul 01.23 WIB dan bisa dilihat pada pukul 02.36 WIB hingga pukul 05.45 WIB. Fenomena yang jarang terjadi ini berlangsung pas hari ulang tahun kemerdekaan RI, apa maknanya.

Setelah menghadiri tasykuran, pemutaran film kemerdekaan, malam minggu-an, dan ibadah pada malam nishfu sya’ban bisa melihat fenomena alam gerhana bulan ini. Mungkin malam ini tak akan terulang pada malam-malam yang lain. Maka bagi anda yang sering tidur agak sore, sempatkanlah malam ini bermunajahat, berdo’a semoga Indonesia ke depan, dengan momentum hari ulang tahun kemerdekaan yang ke-63 ini akan menjadi lebih tertata, lebih maju, gemah ripah lohjinawi. Terutama pula diberi pemimpin yang adil, adil kepada diri mereka sendiri dan terutama adil kepada rakyat mereka. Karena rakyat adalah diatas segalanya, bagaiamana kalau tak ada rakyat, maka takkan ada pemimpin.

Advertisements

About this entry